SIAK (RIAUSKY.COM)- Satgas Covid-19 Kabupaten Siak melakukan pemeriksaan kesehatan dengan melakukan rapid test terhadap jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya.
Pelaksanaan kegiatan yang merupakan bagian dari testing terhadap kasus Covid-19 di Kabupaten Siak ini dilaksanakan selama beberapa hari dengan menyusur kalangan pegawai negeri maupun tenaga honorer, atau pegawai lepas yang bekerja di lingkup Pemkab Siak.
“Ini sudah berjalan selama 3 hari, dengan sasaran ASN, TNI, Polri, Pondok Pesantren, penerima vaksin dan masyarakat,” kata Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Mempura Desy Fefianti dilansir dari tribunpekanbaru.
Pada Jumat (20/8/2021), petugas melakukan testing kepada sebanyak 567 ASN di lingkup Kantor Dinas PUTR Kabupaten Siak.
“Karena kegiatan ini merupakan instruksi Mendagri, maka kita mendudkung demi pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di kabupaten Siak,” kata Sekretaris Dinas PU Tarukim Siak Tekad Perbatasa Setia Dewa.
Tekad menjelaskan, pihaknya menyediakan tempat di lantai satu kantor Dinas PU Tarukim Siak.
Semua pagawai, baik ASN, honorer maupun BHL pertamanan diminta untuk ikut rapid tersebut.
Rapid antigen dilakukan kepada kepala dinas, sekretaris, kabid, kasi dan semua staf.
“Dari rapid antigen ini ada 2 orang yang reaktif, langsung disuruh isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari," ujarnya.
"Selama Isoman mereka tidak kerja, supaya fokus pada penyembuhan,” imbuh dia.
Dua orang pegawai yang reaktif tersebut merupakan pegawai honorer.
Rapid antigen ini merupakan upaya dari testing yang dilakukan Satgas Covid-19 di Kecamatan Mempura.
“Karena kantor ini masuk ke dalam wilayah kecamatan Mempura maka Satgas Covid-19 Mempura turun langsung ke Dinas PU,” kata dia.
Sebelumnya, Asisten III Setdakab Siak Jamaluddin memimpin monitoring penerapan protokol kesehatan atau prokes di sejumlah OPD.
Staf di DPMPTSP lebih disiplin dalam penerapan prokesnya sehingga bisa dicontoh oleh OPD lain.
“DPMPTSP sangat teratur, tempat mencuci tangan di seluruh pintu masuk tersedia sangat rapi, bersih dan airnya cukup, sabun ada sekalian sama tisu tersedia lengkap,” kata dia.
Di bagian dalam staf yang bekerja berjarak, memakai masker dan tidak ada kerumunan antar staf di saat jam kerja.
“Kami tim memonitoring Prokes di setiap OPD ingin mengetahui sejauh mana melaksanakan protokol kesehatan. Kami turunkan dua tim yang tim satunya saya yang mimpin langsung,” kata dia.(Advertorial)
Listrik Indonesia

